Diit Asam Urat

3/27/2011 By MetaEta , In

BAB I
PENDAHULUAN

            Penyakit asam urat adalah istilah yang digunakan untuk menyebut salah satu jenis penyakit rematik artikuler. Penyakit ini memiliki banyak sebutan, seperti raja segala penyakit (the king of diseases) atau penyakit para raja (the diseases of kings). Asam urat telah dikenal sejak lama, sekitar abad V SM. Namun hingga sekarang belum juga ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit ini. Meskipun, pada akhir tahun 1814 telah ditemukan kolkisin sebagai dasar pengobatan asam urat (Utami, 2003).
Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Asam urat yang terdapat di dalam tubuh kita tentu
saja kadarnya tidak boleh berlebihan. Asam urat dapat berlebih disebabkan adanya pemicu, yaitu makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sesungguhnya tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari, hal ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen. Asam urat pun dapat merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung koroner (Nucleus Precise News Letter, 2011).
            Menurut data yang diperoleh dari Rumah Sakit Nasional Mangunkusumo, Jakarta, penderita penyakit gout dari tahun ke tahun semakin meningkat dan terjadi kecenderungan diderita pada usia yang semakin muda (Krisnatuti, 1997). Diperkirakan bahwa gangguan asam urat terjadi pada 840 dari setiap 100.000 orang dan mewakili sekitar 5% dari total penyakit radang sendi. Penyakit ini dapat dikelompokkan menjadi bentuk gout primer yang umum terjadi (90% kasus) (Anonim, 2010).


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian penyakit asam urat
Asam urat adalah asam yang terbentuk akibat metabolisme purin di dalam tubuh. Purin berasal dari makanan yang mengandung protein. Contoh makanan yang mengandung banyak purin adalah jeroan, daging, kerang, kepiting, udang, emping, kacang-kacangan, bayam, kangkung, kubis, durian, nanas, tape, alkohol dan lain-lain (Kertia, 2009).
Penyakit asam urat merupakan salah satu jenis penyakit rematik artikuler, yakni rematik yang terjadi di bagian sendi. Penyakit ini juga dikenal dengan nama rematik sendi, rematik gout, artritis, artritis gout, artritis pirai, atau radang sendi. Sebenarnya gout sudah dikenal sejak masa Hipocrates. Pada masa itu penyakit ini sering disebut dengan penyakit para raja. Julukan ini muncul karena asam urat sering terjadi pada masyarakat dengan kemampuan sosial ekonomi tinggi yang sering mengonsumsi daging (Dewani & Sitanggang, Maloedyn, 2005).
B.     Penyebab Asam Urat
Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause (Nucleus Precise News Letter, 2011).
Berdasarkan penyebabnya, gout dibagi menjadi dua bentuk, yakni primer dan sekunder.
1.      Gout Primer
Hampir 90% radang sendi yang menyerang merupakan gout primer. Gout primer merupakan kasus gout yang penyebabnya tidak diketahui. Biasanya terjadi akibat kelainan proses metabolisme dalam tubuh. Kelainan metabolisme yang dapat menyebabkan gout adalah kelainan metabolisme Monosodium glutamat. Sebagian besar penderita gout primer adalah laki-laki berusia diatas 30 tahun dan jarang ditemukan pada wanita, kecuali setelah memasuki masa menopause.
2.      Gout Sekunder
Adalah kasus radang sendi yang penyebabnya dapat diketahui. Penyebab utama gout sekunder adalah penumpukan-penumpukan zat seperti kalsium oksalat, kalsium pirosfat anhidrous, dan kalsium hidrogen fosfit (Dewani & Sitanggang, Maloedyn, 2005).
C.    Gejala Asam Urat
Penderita asam urat biasanya juga memiliki keluhan seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah orang yang kegemukan. Apabila dibiarkan, maka penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal (Nucleus Precise News Letter, 2011).
Gejala khas dari asam urat atau artritis gout adalah serangan akut biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja), dibarengi dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak (akut) yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam. Lokasi yang paling sering terkena pada serangan pertama adalah sendi pangkal ibu jari kaki (Nucleus Precise News Letter, 2011).        
D.    Faktor Resiko Asam Urat
Tidak semua orang dengan peningkatan asam urat (hiperurisemia) akan menderita penyakit asam urat. Demikian juga tidak semua penyakit rematik berkaitan dengan peningkatan asam urat. Beberapa kondisi seseorang yang dapat memicu terjadinya penyakit asam urat yaitu:
1.    Seseorang dengan berat badan berlebih (obesitas)
2.    Peminum alkohol
3.    Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit asam urat (Utami, 2003).
E.     Pencegahan Asam Urat
Belum di temukan cara yang efektif,tetapi usaha pencegahan asam urat pada umumnya adalah menghindari segala sesuatu yang dapat menjadi pencetus serangan,misalnya latihan fisik berlebihan, stress, dan makanan yang mengandung purin berlebihan dan seperti daging,jeroan (ginjal dan hati),bahkan ikan asin. Meskipun serangan berulang dapat dicegah dengan pemberian obat,tetapi mengurangi konsumsi makanan-makanan berlemak dan alkohol dapat memperkecil terjadinya serangan gout.
Kenalilah jenis makanan yang kadar purinnya amat tinggi,sedang,dan rendah. Dengan demikian dapat mengontrol asupan makanan semaksimal mungkin.
-       Kadar Tinggi (150-180 mg/100 gr)
Jeroan (hati,ginjal,jantung,paru),otak dan saripati daging
-       Kadar Sedang (50-150 mg/100 gr)
Daging sapi, udang, kepiting, cumi, kerang, kacang-kacangan, kembang kol, bayam, kangkung, asparagus,dan jamur.
-       Kadar Rendah (Dibawah 50 mg/100 gr)
Contohnya gula,telur,dan susu.
Imbangi konsumsi makanan tersebut dengan minum air yang banyak untuk membantu memperlancar pembuangan asam urat dalam tubuh.Selain itu bila penderita tergolong gemuk,sebaiknya kurangi berat badan dengan olahraga yang juga bermanfaat untuk pencegahan kerusakkan sendi. (Sustrani dkk, 2006).
F.     Diit Asam Urat
Tujuan diet batu asam urat adalah untuk :
1.      Membantu menurunkan kadar asam urat dalam plasma darah
2.      Meningkatkan pH urin menjadi 6,0-6,5 (Almatsier, 2004).
Syarat diet asam urat adalah :
1.      Energi sesuai dengan kebutuhan
2.      Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
3.      Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
4.      Karbohidrat, sisa dari kebutuhan energi total
5.      Hindari bahan makanan sumber protein yang mengandung purin >100 mg/100 g bahan makanan
6.      Makanan yang menghasilkan sisa basa tinggi diutamakan, dan yang menghasilkan sisa asam tinggi dibatasi
7.      Cairan tinggi, yaitu 2,5-3 liter/hari, separonya berasal dari air putih
8.      Mineral dan vitamin cukup (Almatsier, 2004).
Bahan makanan yang cenderung menghasilkan sisa basa tinggi :
Susu         : susu, susu asam dan krim
Lemak      : minyak kelapa, kelapa dan santan
Sayuran    : semua jenis sayuran terutama bayam dan bir
Buah        : semua jenis buah (Almatsier, 2004).
Bahan makanan yang cenderung menghasilkan sisa asam tinggi :
Sumber karbohidrat: nasi, roti, dan hasil terigu lainnya; makaroni, spageti, cereal, mi, cake dan kue kering
Sumber protein         : daging ikan, kerang, telur, keju, kacang-kacangan dan hasil olahannya
Sumber lemak           : lemak hewan (Almatsier, 2004).
Bahan makanan yang bersifat netral :
Sumber karbohidrat  : jagung, tapioka, gula, sirup, dan madu
Sumber lemak           : minyak goreng selain minyak kelapa, margarin dan mentega
Minuman                  : kopi dan teh (Almatsier, 2004).



BAB III
STUDI KASUS

A.    Identitas
Nama          : Suryanto Priyo S
Umur          : 56 thn
Alamat        : Jalan Wijayakusuma 9 No.11 Slawi
Pekerjaan    : Wiraswasta

B.     Anamnesis
Responden menderita sakit asam urat sejak 3 tahun yang lalu. Keluhan utama/gejala yang sering timbul adalah pembengkakan di sendi-sendi jari kaki dan tangan, rasanya nyeri, persendian menjadi bengkak, terasa panas dan kaku sehingga sulit untuk beraktifitas. Biasanya gejala ini muncul pada malam hari. Menurut pengetahuan responden, bahwa asam urat itu disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi yang diserang itu jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. rasanya nyeri, persendian menjadi bengkak, terasa panas dan kaku. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak mengkonsumsi bahan pangan yang mengandung kadar purin tinggi.
Sebelum terkena asam urat, dalam mengkonsumsi makanan, responden tidak mempunyai pantangan sama sekali, malah cenderung lebih sering mengkonsumsi makanan dari ikan laut. Tetapi sekarang setelah terkena asam urat, responden tidak berani untuk mengkonsumsi kerang, kepiting, dan udang. Responden hanya mengonsumsi sekali-kali saja, itupun terkadang terasa rasa nyeri di persendian jari kaki pada keesokan harinya. Konsumsi kacang-kacangan juga harus dibatasi. Makanan yang berasal dari olahan jeroan seperti hati, otak, paru dll juga tidak dikonsumsi. Menurutnya, konsumsi vitaminnya harus diperbanyak, untuk menjaga ketahan tubuh dari infeksi yang lebih parah. Selain itu, responden lebih sering mengkonsumsi jus nanas. Bagi responden, rasa sakit dan nyeri seringkali menggangu aktifitas makanya harus ke dokter. Pengobatannya itu jangka waktunya lama sehingga biayanya juga cukup mahal. Kemudian responden ditawari oleh teman untuk berobat alternatif ke Shinshe. Sudah hampir setengah tahun ini responden mengonsumsi ablet ekstrak daun bambu Phyllostachis glauca. Hasilnya cukup membantu, rasa nyeri semakin berkurang tetapi pola makan juga harus tetap dijaga.


BAB IV
PEMBAHASAN
     Penyakit asam urat merupakan salah satu jenis penyakit rematik artikuler, yakni rematik yang terjadi di bagian sendi. Penyakit ini juga dikenal dengan nama rematik sendi, rematik gout, artritis, artritis gout, artritis pirai, atau radang sendi kaki (Nucleus Precise News Letter, 2011). Penyakit asam urat ini sudah diderita responden sejak 3 tahun yang lalu. Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause (Nucleus Precise News Letter, 2011). Pada kasus ini, umur responden yaitu 56 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Penderita asam urat umumnya laki-laki, hal ini wajar karena secara alamiah laki-laki memiliki kadar asam urat lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Kebanyakan penderita asam urat tergolong kelompok usia produktif, rata-rata berumur 30-50 tahun. Secara tidak langsung, penyakit ini akan menurunkan produktivitas kerja secara keseleruhan (Utami, 2003).
Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni (Nucleus Precise News Letter, 2011). Berdasarkan penyebabnya,  gout pada responden termasuk gout primer. Hampir 90% radang sendi yang menyerang merupakan gout primer. Gout primer merupakan kasus gout yang penyebabnya tidak diketahui. Biasanya terjadi akibat kelainan proses metabolisme dalam tubuh. Kelainan metabolisme yang dapat menyebabkan gout adalah kelainan metabolisme Monosodium glutamat. Sebagian besar penderita gout primer adalah laki-laki berusia diatas 30 tahun dan jarang ditemukan pada wanita, kecuali setelah memasuki masa menopause (Dewani & Sitanggang, Maloedyn, 2005).
Keluhan utama/gejala yang sering dialami oleh responden adalah pembengkakan di sendi-sendi jari kaki dan tangan, rasanya nyeri, persendian menjadi bengkak, terasa panas dan kaku sehingga sulit untuk beraktifitas. Apabila dibiarkan, maka penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal. Gejala khas dari asam urat atau artritis gout adalah serangan akut biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja), dibarengi dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak (akut) yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam (Nucleus Precise News Letter, 2011).
Setelah terkena asam urat, responden tidak berani untuk mengkonsumsi kerang, kepiting, dan udang. Responden hanya mengonsumsi sekali-kali saja, itupun terkadang terasa rasa nyeri di persendian jari kaki pada keesokan harinya. Konsumsi kacang-kacangan juga harus dibatasi. Makanan yang berasal dari olahan jeroan seperti hati, otak, paru dll juga tidak dikonsumsi. Asam urat adalah asam yang terbentuk akibat metabolisme purin di dalam tubuh. Purin berasal dari makanan yang mengandung protein. Contoh makanan yang mengandung banyak purin adalah jeroan, daging, kerang, kepiting, udang, emping, kacang-kacangan, bayam, kangkung, kubis, durian, nanas, tape, alkohol dan lain-lain (Kertia, 2009).
Selain itu, responden lebih sering mengkonsumsi jus nanas. Nanas merupakan contoh bahan makanan yang mengandung purin. Bagi penderita asam urat, hendaknya menjauhi durian, avokad, nanas, air kelapa, brokoli, bayam, kangkung, kol, kacang-kacangan, aspargus, buncis, kembang kol, daun singkong, tauge dan jamur (Khomsan, 20008).
Penyakit asam urat tidak bisa disembuhkan, tetapi keberadaannya ini bisa dikendalikan. Salah satu cara mengendalikan penyakit asam urat adalah dengan terapi jus. Pada penderita kronis, jus sangat berguna untuk mengembalikan fungsi sendi atau otot nyeri. Utamanya karena kandungan vitamin dan mineral dalam jus cukup banyak. Pada penderita asam urat, jus membantu meningkatkan pengeluaran racun (kelebihan purin) melalui urine. Kandungan air yang cukup tinggi pada jus bersifat sebagai peluruh (Redaksi AgroMedia, 2010).
Buah dan sayuran yang dianjurkan untuk mengatasi asam urat dan rematik yaitu :
1.      Sirsak, pepaya, mangga, stroberi, blewah, melon, semangka, pisang, jeruk, apel manis, tomat, pir dan jambu biji
2.      Jagung manis, jagung muda, labu siam, wortel, oyong, terung ungu dan mentimun (Redaksi AgroMedia, 2010).
Contoh menu diit bagi penderita asam urat yaitu :
Pembagian bahan makanan per hari untuk diet rendah purin
Waktu dan bahan makanan
Diet 1500 kkal
Diet 1700 kkal
Pagi


Beras
50 gram = ½ gelas nasi
75 gram = 1 gelas nasi
Telur ayam
50 gram = 1 butir
50 gram = 1butir
Sayur
50 gram = ½ gelas
100 gram = 1 gelas
Minyak
5 gram = ½ sdm
5 gram = ½ sdm
Susu skim
20 gram = 4 sdm
20 gram = 4 sdm
Gula
10 gram = 2 sdm
10 gram = 2 sdm
Selingan Pagi


Buah
100 gram = 1 potong pepaya
100 gram = 1 potong pepaya
Siang


Beras
75 gram = 1 gelas nasi
100 gram =1 ½ gelas nasi
Ikan
50 gram = 1 potong sedang
50 gram = 1 potong sedang
 Tempe
25 gram = 1 potong sedang
25 gram = 1 potong sedang
Sayur
100 gram = 1 gelas
100 gram = 1 gelas
Buah
100 gram = 1 potong sedang
100 gram = 1 potong sedang
Minyak
10 gram = 1 sdm
10 gram = 1 sdm
Selingan Sore


Buah
100 gram = 1 potong pepaya
100 gram = 1 potong pepaya
Malam


Beras
75 gram = 1 gelas nasi
75 gram = 1 gelas nasi
Ayam
50 gram = 1 potong sedang
50 gram = 1 potong sedang
Tempe
25 gram = 1 potong sedang
25 gram = 1 potong sedang
Sayur
100 gram = 1 gelas
100 gram = 1 gelas
Buah
100 gram = 1 potong sedang
100 gram = 1 potong sedang
Minyak
5 gram = ½ sdm
5 gram = ½ sdm
Sumber : Ningdyar, 2009


BAB V
PENUTUP

Penyakit asam urat merupakan salah satu jenis penyakit rematik artikuler, yakni rematik yang terjadi di bagian sendi. Penyakit ini juga dikenal dengan nama rematik sendi, rematik gout, artritis, artritis gout, artritis pirai, atau radang sendi. Asam urat adalah asam yang terbentuk akibat metabolisme purin di dalam tubuh. Purin berasal dari makanan yang mengandung protein. Contoh makanan yang mengandung banyak purin adalah jeroan, daging, kerang, kepiting, udang, emping, kacang-kacangan, bayam, kangkung, kubis, durian, nanas, tape, alkohol dan lain-lain. Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Gejala khas dari asam urat atau artritis gout adalah serangan akut biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja), dibarengi dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi. pencegahan asam urat pada umumnya adalah menghindari segala sesuatu yang dapat menjadi pencetus serangan,misalnya latihan fisik berlebihan,stress,dan makanan yang mengandung purin berlebihan dan seperti daging,jeroan (ginjal dan hati),bahkan ikan asin. Meskipun serangan berulang dapat dicegah dengan pemberian obat,tetapi mengurangi konsumsi makanan-makanan berlemak dan alkohol dapat memperkecil terjadinya serangan gout.




DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita. 2004. Penuntut Diet. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Anonim. 2010. Asam Urat. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Dewani & Sitanggang, Maloedyn. 2005. 33 Ramuan Penakluk Asam Urat. AgroMedia. Jakarta   
Kertia, Nyoman. 2009. Asam Urat. PT Bentang Pustaka. Yogyakarta.
Khomsan, Ali. 2008. Terapi Jus Untuk Rematik dan Asam Urat. Puspa Swara. Depok.
Krisnatuti, Diah. 1997. Perencana Menu untuk Penderita Gangguan Asam Urat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ningdyar, Lina. 2009. Menu Sehat Untuk Mencegah dan Mengatasi Asam Urat. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Nucleus Precise News Letter. 2011. Asam Urat atau Gout. PT Nucleus Precise. Jakarta.
Redaksi AgroMedia. 2010. Solusi Sehat dengan Jus Buah dan Sayuran. PT AgroMedia Pustaka. Jakarta.
Sustrani, Lany. 2006. Asam Urat. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Utami, Prapti. 2003. Tanaman Obat Untuk Mengatasi Rematik dan Asam Urat. Agromedia Pustaka. Depok.

1 komentar:

aye mengatakan...

kalo olahraga tu bisa ngurangin risiko asam urat ga?

5 April 2011 pukul 08.04

Posting Komentar